Home | Islam Kita | Sejarah | Warisan Wali Songo untuk NU

Warisan Wali Songo untuk NU

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan, komitmen NU untuk menjaga keutuhan NKRI tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, lagu Ya Ahlal Wathon karya salah satu pendiri NU, KH. Abdul Wahab Chasbullah berisi tentang nasionalisme dan perlawanan terhadap penjajah.
“Komitmen nasionalismenya NU tidak bisa diragukan lagi. Bahkan, PBNU singkatan dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945,” ucap Kiai Said dihadapan para bankir yang hadir dalam acara Halal bihalal dan Peluncuran ATM NU di Hotel Pullman Jakarta, Senin (24/7).
Menurut pengasuh pesantren Al Tsaqafah Ciganjur ini, lambang NU yang terdapat bintang sembilan merupakan simbol Wali Songo yang telah mengislamkan masyarakat Nusantara dengan cara-cara yang damai dan tanpa kekerasan.
Meski dakwah Wali Songo damai, banyak kerajaan besar Nusantara seperti Majapahit dan Padjajaran tumbang setelah datangnya Islam. “Bisa menghilangkan Majapahit, Padjajaran dengan pendekatan budaya,” tuturnya.
Terkait dengan angka sembilan itu, Kiai Said mengaku apakah ada sebuah kebetulan atau tidak karena kata “Nusantara”, “Indonesia”, “Majapahit”, Pancasila, dan “Gajahmada” juga terdiri dari sembilan huruf.
“Ternyata kata Nusantara (terdiri dari) sembilan huruf, Indonesia sembilan huruf, Pancasila sembilan huruf, Majapahit sembilan huruf, Gajahmada sembilan huruf,” urainya.
Makna dari simbol bintang sembilan, jelas Kiai Said, adalah NU mewarisi dan memperkuat dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo. Yaitu, dakwah yang damai, menghormati budaya lokal, serta menjadikan budaya sebagai infrastruktur agama. (Muchlishon Rochmat/Zunus)
Sumber : NU Online