Home | Ekonomi dan Bisnis | NU Rancang Sistem untuk Perekonomian Warga

NU Rancang Sistem untuk Perekonomian Warga

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama merancang sistem dalam upaya menggerakkan ekonomi warga NU agar mereka merasakan manfaatnya tidak hanya dari sisi keaagamaan dan pendidikan, tapi perekonomian, bahkan kesehatan.

Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama H. Zainal Effendi mengatakan, PBNU menyadari potensi ekonomi yang dikembangkan banom dan lembaga serta warga NU sendiri.

Menurut dia, hal itu hingga saat ini terus berjalan, tapi masih sendiri-sendiri. Belum terkoordinasi dengan baik dan bergerak secara masif sehingga hasilnya belum memuaskan dan manfaatnya belum dirasakan warga NU secara keseluruhan.

“Selain aktivitas organisasi, mereka juga memiliki aktivitas ekonomi, misalnya percetakan Ma’arif. LKK menyediakan alat kesehatan. LAZISNU menggalang dana untuk fakir miskin dan bantuan-bantuan kemanusiaan,” katanya pada Focus Group Discussion (FGD) di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (3/10).

Aktivitas-aktivitas itu, lanjutnya, perlu adanya sinkronisasi dan sinergi. Itu yang pertama. Kedua, perlu data valid, identifikasi potensi warga NU yang dikembangkan masing-masing lembaga dan banom.

“Setelah itu, perlu adanya bendera bersama yang mengatur sistemnya, lalu bekerja optimal,” lanjutnya sembari mengatakan, bahwa hasil FGD itu akan digodok di Konferensi Besar NU yang akan berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, November mendatang.

Dengan upaya semacam itu, ia berharap, ke depan aktivitas perekonomian NU bisa dirasakan dampak positifnya oleh warga NU khususnya, warga negara Indonesia pada umumnya.

“Menjadi warga NU ke depan harus dirasakan pada aspek ekonom, kesejahteraan ekonomi,” tegasnnya.

Pada FGD itu disepakati LPNU sebagai motor penggerak sistem yang dibangun itu. (Abdullah Alawi)

Sumber : NU Online