Home | Islam Kita | Sejarah

Sejarah

Hikayat Perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah

Ya lal wathan, ya lal wathan, ya lal wathan. Hubbul wathan minal iman. Wala takun minal hirman. Inhadhu ahlal wathon. Indonesia Biladi. Anta ‘unwanul mufakhoma. Kullu man ya’tika yauma. Thamihan yalqo himama (Pusaka hati wahai tanah airku. Cintamu dalam imanku. Jangan halangkan nasibmu. Bangkitlah, hai bangsaku! Indonesia negeriku. Engkau Panji Martabatku. Siapa datang mengancammu. Kan binasa dibawah dulimu!) Bait-bait syair ...

Read More »

Upaya KPK Berantas DI/TII

Sejarah mencatat, ada sejumlah kelompok yang tidak menyetujui berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pasca resmi dideklarasikan pada 17 Agustus 1945. Gerakan subversif mereka lakukan, makar dan kudeta terhadap pemerintahan RI yang didukung mayoritas rakyat Indonesia menjadi tujuan. Kelompok-kelompok tersebut adalah Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) prakarsa Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat itu digerakkan oleh Dipo ...

Read More »

Ketika PKI Mengelabui Mata Rakyat

Sepuluh tahun sebelum Partai Komunis Indonesia (PKI) secara nyata bughot (memberontak) terhadap pemerintah RI, mereka ikut menjadi kontestan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1955 yang melibatkan 13 partai lain termasuk Partai Nahdlatul Ulama (NU). Pemilu pertama dalam sejarah Indonesia ini disebut-sebut berjalan demokratis. Namun demikian, PKI memunculkan kegaduhan dengan menyalahi ketetapatan Menteri Dalam Negeri Mr. R. Sunaryo perihal lambang partai. ...

Read More »

Ajengan Ilyas dan Rapat Akbar “Dua Juta” Nahdliyyin

2 Maret 1992. Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, siap menampung 2 juta nahdliyyin. Tentu saja aparat pemerintah dibuat heboh dengan kegiatan yang dihelat oleh PBNU di bawah duet Kiai Ilyas dan Gus Dur itu. Betul, secara khusus gagasan ini dilontarkan oleh Gus Dur. Jumlah dua juta orang akan memecahkan rekor pengumpulan massa dalam sejarah Indonesia. Apa tujuannya? Selain memperingati Harlah ...

Read More »

Riwayat Lagu Perjuangan Nasional Yaa Lal Wathon

Lagu gubahan Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah(Pimpinan Ponpes Tambak Beras Jombang Jawa timur/rois aam pertama PBNU) yang popluer berjudul Yaa Lal Wathan dijadikan sebagai lagu perjuangan nasional karena terbukti menyemayamkan cinta tanah air dan nasionalisme kuat di dada para pejuang terutama anak-anak muda saat itu. Di balik rasa bangga dengan hasil karya nyata Mbah Wahab yang mampu membakar semangat ...

Read More »

Warisan Wali Songo untuk NU

Jakarta, NU Online Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan, komitmen NU untuk menjaga keutuhan NKRI tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, lagu Ya Ahlal Wathon karya salah satu pendiri NU, KH. Abdul Wahab Chasbullah berisi tentang nasionalisme dan perlawanan terhadap penjajah. “Komitmen nasionalismenya NU tidak bisa diragukan lagi. Bahkan, PBNU singkatan dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD ...

Read More »

KPK Ala NU Membendung DI/TII

Sepulang dari Bandung menuju Jakarta, Idham Chalid, Ketua I PBNU, menginap di Puncak. Tiba-tiba gerombolan DI/TII menembakinya dari arah perbukitan. Dia tiarap di kolong ranjang. Untungnya, segera datang bantuan tentara dari Cipanas. Kontak senjata berlangsung berjam-jam. Malam menjadi bising karena desingan peluru. Mereka lari menjelang subuh dengan menderita banyak korban jiwa dan luka-luka. Di pihak tentara juga ada yang terluka. ...

Read More »

KH Said Aqil Siroj: Pemerintah Perlu Merawat Makam Walisongo

LTNNU Jabar Catatan Perjalanan Ketum PBNU Ke Cina (6) Quanzhou: Pemerintah perlu segera mengambil kebijakan merawat situs-situs Islam sehingga lebih terawat dan terlindungi. Menyerahkan secara total perawatan situs Islam kepada masyarakat sama saja de ngan membiarkan situs-situs Islam tersebut tidak terlindungi dari kerusakan dan kepunahan. “Saya minta pemerintah sekarang merubah paradigmanya, rawatlah situs-situs Islam tersebut. Yang lalu biarlah berlalu. Ke ...

Read More »

KH Said Aqil Siroj: Cheng Ho Waliyullah

LTNNU Jabar Catatan Perjalanan Ketum PBNU ke China (05) Oleh : HM Sulthon Fatoni, M.Si Dari kota Nanjing kami ke kota Quanzhou. Jaraknya 1087 km, cukup jauh karena itu kami putuskan naik pesawat. Nanjing dan Quanzhou harus kami datangi karena di Nanjing lah kami bisa  mengunjungi kampung halaman Laksamana  Cheng Ho. Sedangkan di Quanzhou kami bisa berziarah ke makam Cheng ...

Read More »

Peradaban Cina Hingga ke Level Moda Transportasi

Ltnnu Jabar Catatan Perjalanan Ketum PBNU Ke Cina (04) Oleh HM. Fathoni, M.Si Turun dari pesawat di Bandara Internasional Shanghai, yang terasa adalah kemegahan bandara yang tertib, bersih dan profesional. Rombongan kami ada yang pakai kopyah hitam, sorban motif kafiyeh hingga yang trendi. Semua diperlakukan sama oleh petugas imigrasi. Penjemput kami seorang penganut agama Budha. “Berapa kali dalam sehari anda ...

Read More »

Responsive WordPress Theme Freetheme wordpress magazine responsive freetheme wordpress news responsive freeWORDPRESS PLUGIN PREMIUM FREEDownload theme free